Wednesday, August 23, 2017

5 Contoh Teks Editorial (Opini) Singkat Beserta Strukturnya

5 Contoh Teks Editorial (Opini) Singkat Beserta Strukturnya

Contoh Teks Editorial Opini Singkat Beserta Strukturnya - Teks editorial adalah atau opini adalah sebuah karangan yang berisi sejumlah permasalahan yang baru saja terjadi dan masih hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat. Teks editorial umumnya berbentuk artikel pokok yang terdapat dalam surat kabar yang menjadi pandangan terhadap peristiwa atau kejadian yang masih hangat diperbincangkan ketika surat kabar tersebut diterbitkan. Struktur teks editorial atau opini adalah terdiri atas informasi yang merupakan permasalahan aktual yang tengah terjadi, penegasan-penegasan umum tentang pentingnya perasalahan, opini redaksi dan opini publik tentang masalah, saran dan kritik atas permasalahan, dan harapan peran serta pada pembaca.

Pada dasarnya contoh teks editorial dapat dengan mudah kita temukan dalam kehidupan kita, seperti teks editorial tentang pendidikan, yakni terjadinya isu pencabutan ujian nasional untuk smp, sma, smk dan sederajat yang tengah hangat diperbincangkan. Hal semacam ini sangat cocok untuk dijadikan tajuk sebuah berita karena memang berita yang beredar masih baru dan masih hangat dibicarakan. Mengapa teks editorial disebut juga dengan teks opini? Hal ini mengacu kepada asas dan unsur dimana redaksi memberikan opini atau pandangan tentang permasalahan.

Contoh teks editorial sendiri dapat digolongkan dan dibagi menjadi beberapa topik bahasan, salah satunya adalah teks editorial tentang lingkungan, teks editorial tentang masyarakat, contoh editorial tentang pendidikan dan lain sebagainya. Permasalahan permasalahan tersebut sangat umum dijumpai dalam kehidupan kita.

Contoh Teks Editorial Singkat

Untuk memahami teks editorial secara lengkap maka terlebih dahulu kita harus melihat struktur dan ciri-ciri dari teks jenis ini karena pada dasarnya teks ini sama seperti jenis teks lainnya dalam bahasa indonesia, Apabila anda belum memahami jenis teks dalam bahasa indonesia maka simaklah artikel sebelunya yang berjudul jenis jenis teks dalam bahasa indonesia: pengertian, jenis, dan contoh.

Struktur Teks editorial atau Opini
Pada dasarnya teks editorial adalah teks yang termasuk kedalam jenis teks eksposisi, dan sama seperti teks eksposisi pada umumnya, Teks ini memiliki struktur untuk membentuknya:

Pernyataan atau pendapat
Pernyataan atau pendapat merupakan sebuah gagasan utama sekaligus menjadi prediksi penulis tentang permasalahan yang tengah beredar yang ditulis berdasarkan fakta yang ada.

Argumentasi
Argumentasi pada dasarnya sama dengan tesis, yakni sebuah penjelasan yang lebih mendalam tentang pendapat maupun pernyataan sebelumnnya. Argumentasis sendiri pada dasarnya ditulis kedalam pengungkapan fakta atas dasar keyakinan sang penulis. Argumentasi dapat ditandai dengan adanya kalimat yang memuat pendapat sang penulis tentang permasalahan yang tengah terjadi dan menjadi topik perbincangan.

Pernyataan ulang
Pernyataan ulang adalah bagian dimana sebuah teks editorial memiliki kalimat kalimat penguat yang telah didukung oleh sejumlah fakta pada argumentasi sebelumnya. Pada bagian ini umumnya kita bisa menambahkan pernyataan berupa kritik dan saran agar opini penulis dapat terbukti dan semakin kuat.

Jika anda masih merasa kebingungan dengan struktur teks editorial maka sebelumnya anda dapat memahami struktur teks eksposisi pada artikel sebelumnya yang berjudul Pengertian Teks Eksposisi, Jenis, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi. Karena pada dasarnya teks editorial merupakan bagian dari teks eksposisi.

Ciri-ciri dan kaidah kebahasaan teks editorial

Sama seperti teks pada umumnya, teks ini memiliki ciri-ciri dan juga kaidah kebahasaan agar maksut dari sang penulis benar-benar dapat tersampaikan. Adapaun ciri-ciri dan kaidah teks editorial adalah sebagai berikut:

Konjungsi (kata penghubung)
Konjungsi atau kata penghubung adalah sekumpulan kata yang berfungsi untuk menghubungkan kelompok kata dengan kata lain, kalimat dengan kalimat, klausa dengan klausa. Contoh kata penghubung diantaranya adalah: dan, karena, tetapi, ketika. Tidak hanya itu saja, namun kata penghubung juga kerap kali digunakan untuk menghubungkan sebuah paragraf dengan paragaraf lain.

Dalam teks edtorial sendiri konjungsi digunakan untuk menghubungkan paragraf dengan paragraf agar tercipta argumentasi yang saling berhubungan. Hal ini dapat ditandai dengan adanya kata pertama, kedua, selanjutnya, dan terakhir pada awal paragraf editorial itu sendiri. Umumnya sebuah konjungsi juga menyatakan sebuah ikatan antara sebab dan akibat, harapan dan sebagainya.

Jika anda masih kurang memahami kata hubung atau konjungsi dalam penggunaan teks editorial maka simaklah artikel sebelumnya yang berjudul Pengertian, Jenis, Dan Contoh Kata Hubung (konjungsi) yang berisi tentang pebahasan kata penghubung secara lengkap.

Kata keterangan
Kata keterangan merupakan sebuah kata yang menunjukkan sebuah keterangan suatu peristiwa, kata keterangan yang kerap digunakan adalah keterangan waktu dan keterangan tempat. Umumnya contoh kata keterangan dalam teks editorial adalah: kapan, jam, hari, dan sebagainya.

Kata kerja
Dalam teks editorial, kata kerja dapat dibagi menjadi tiga jenis yakni:
  1. Kata kerja relasional: Kata kerja ini berfungsi untuk menghubungkan subjek dan kalimat pelengkap. Sebuah kalimat verb relasional haruslah memiliki pelengkap karena jika tidak maka bunyi kalimat akan terdengar rancu.
  2. Kata kerja material: Kata kerja ini menunjukkan adanya aktivitas fisik yang terjadi dan dapat dilihat karena bersifat nyata. Contoh kata kerja ini adalah membaca, menulis, menari, bernyanyi.
  3. Kata kerja mental: Kata kerja ini berhubungan langsung dengan mental seseorang. Umumnya kata kerja ini digunakan untuk mengungkapkan perasaan si penulis.
Pemilihan kata (diksi)
Pemilihan kata atau penggunaan diksi yang sesuai bertujuan untuk mengungkapkan suatu gagasan dan saran dengan menggunakan efek bahasa tertentu.

Contoh Teks Editorial atau Opini

Cara meningkatkan mutu pendidikan
Pendidikan yang kita kenal sekarang ini telah menjadi kebutuhan dasar setiap manusia karena pendidikan menjadi kunci kemajuan dan keberhasilan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka kita akan memiliki kesempatan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Namun pada kenyataanya kualitas pendidikan di negara kita tidak sebagus seperti di negara lain.

Banyak lembaga pendidikan yang berupaya untuk menciptakan lulusan-lulusan yang memiliki kualitas dan daya juang tinggi di masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin sulit. Namun perlu kita ingat bahwa sebuah keberhasilan tidak akan lepas dari segala faktor dan kondisi.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan maka dilakukan berbagai upaya, diantaranya adalah melakukan diagnosis permasalahan. Dengan mengetahui perasalahan tentunya akan dengan mudah mencari penyelesaian. Usaha untuk meningkatkan tingkat dan mutu pendidikan menjadi sangat penting sebagai cara untuk menghadapi tantangan globalisasi yang terjadi.

Lembaga pendidikan sekarang ini dituntut untuk dapat melahirkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif karena persaingan dan perlombaan antar bangsa yang tengah berlangsung sangat intensif dan sengit. Para lulusan juga diharapkan memiliki keahlingan dan juga kompetensi yang profesional sehingga dapat menghadapi kompetisi global yang terjadi.

Pada era teknologi sekarang ini, guruk tidak hanya menjadi satu satunya sumber ingormasi bagi siswanya. Namun peran guru telah berubah dan berkembang menjadi seorang motivator, administator dan falisilitator. Selain guru, siswa dapat mencari dan mendapatkan sumber materi dari berbagai media seperti internet.

Namun pada dasarnya dalam keadaan seperti sekarang ini guru diharapakan dapat memberikan peran aktif karena pada dasarnya peran guru sebagai pendidik tidak dapat tergantikan. Untuk mencapai tujuan dan peran tersebut maka perlu dilakukan peningkatan kualitas mengajar dan tentunya usaha-usaha yang jelas. Menciptakan usaha yang dapat meningkatkan kualitas pendidik pada dasarnya merupakan sebuah tantangan terbesar untuk pemerintah.

Pendidik tidak menghasilkan orang terdidik, namun hanya orang pintar semata
Pada era perkembangan jaman sekarang ini kerap terjadi tindakan memalukan didalam organ negara kita seperti kasus korupsi, suap, mafia pajak, dan sebagainya. Namun tidak disangka sangka ternyata pelaku kasus kejahatan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah orang-orang pintar yang notabennya memiliki ijazah dan gelar sarjana hingga seorang doktor.

Menanggapi fenomena ini, seperti telah terjadi pola pendidikan yang tidak benar telah terjadi di negara ini. Pola pendidikan yang saat ini tengah diterapkan di negara ini hanya mengacu pada ilmu duniawi semata sehingga hanya menghasilkan orang pintar semata, namun tidak menghasilkan orang dengan budi pekerti yang baik.

Akibatnya lulusan yang notabennya merupakan orang-orang pintar tersebut malah menggunakan kepintaran mereka untuk melakukan kejahatan dan menindas kaum yang lebih lemah dari mereka. Padahal mestinya mereka menjadi pemimpin sekaligus penolong yang mampu bermanfaat untuk banyak orang.

Banyak sekali orang-orang pintar nan terhormat yang tertangkap basah tengah melakukan tindakan suap bahkan korupsi. Meskipun mereka memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan mengaku sebagai manusia yang beradab dan beragama namun memiliki tindakan yang memalukan dan bersifat merugikan.

Umumnya ketika seseorang terlibat kasus kejahatan, mereka tidak akan pernah sendirian. Namun mereka tertangkap tangan melakukan kejahatan secara bersama. Mirisnya lagi, ketika telah tertangkap tangan melakukan kejahatan mereka masih bisa menebar senyum lebar di muka masyarakat seolah tidak terjadi apa-apa dan tidak merasakan malu atas apa yang telah mereka perbuat.

Dalam hati masyarakat bertanya, apakah mereka tidak pernah diajari pengetahua bahwa memakan harta yang bukan merupakan haknya adalah perbuatan dosa yang hukum dalam agama adalah haram. Mungkin mereka memang telah hilang akal sehatnya dan putus urat malunya. Maka dari itu, sistem pendidikan di negara ini harus segera diperbaiki agar tidak menghasilkan orang pintar saja namun juga melahirkan orang yang berpendidikan baik secara jasmani dan rohani.

Ujian nasional online perlu atau tidak?
Dalam kurun waktu beberapa bulan lagi akan diadakan ujian nasional tingkat SD hingga SMK dan SMA. Bersamaan dengan ini kemendikbud telah memberlakukan aturan baru yakni dilaksanakannya ujian nasional online yang diselenggarakan di beberapa sekolah.

Dilihat dari situasi dan kondisi lapangan sekarang ini, rencana ini harus lebih dipertimbangkan kembali karena belum tepat sasaran dan memiliki kendala dalam sarana infrastruktur yang belum benar-benar merata. Ditambah lagi dengan kurangnya pengetahuan yang dimilliki oleh tenaga-tenaga pendidik di beberapa sekolah.

Pada dasarnya hal ini merupakan sebuah potensi yang sangat baik. Jika ujian nasional secara online tatap dilangsungkan, maka akan terjadi permasalahan di beberapa sekolah seperti kurangnya infrastruktur berupa komputer, listrik, hingga akses internet.

Dapat dibayangkan bukan ketika sebuah sekolahan memiliki sejumlah murid 300 siswa maka jumlah komputer yang harus disediakan minimal adalah 300 unit komputer. Setiap komputer ini nantinya juga memerlukan tegangan listrik dan akses internet yang dipakaipun juga akan memiliki skala yang besar.

Katakanlah jika kita tidak memiliki unit komputer yang cukup, maka solusi untuk masalah ini adalah melakukan ujian nasional secara bergiliran menggunakan komputer. Tentunya hal ini sangat beresiko karena dapat menimbulkan kecurangan di kalangan siswa dan sangat tidak mungkin dilakukan karena pada dasarnya ujian nasional dilakukan secara serentak dan bersamaan.

Selain itu, terbatasnya pengetahuan yang dimiliki tenaga ahli yang terdapat di sekolah juga termasuk dalam permasalahan yang harus dihadapi. Tidak semua sekolah memiliki tenaga ahli yang benar benar mengerti akan cara kerja dan sistem dari ujian nasional online ini.

Jika pemerintah ingin mengadakan ujian nasional online yang dilaksanakan secara serentak sudah semestinya pihak pemerintah juga harus mendukung dan menyediakan sarana infrastruktur yang diperlukan. Tidak hanya itu, pemerintah semestinya juga harus melakukan beberapa sosialisasi ke sekolah sekolah yang tidak terjangkau teknologi perihal ujian nasional online ini agar tidak menimbulkan kebingungan dan masalah.

Itulah contoh contoh teks editorial opini singkat beserta strukturnya yang dapat saya sampaikan kali ini. Selalu ingat bahwa teks editorial/opini merupakan teks yang masih baru dan hangat diperbincangkan di masyarakat. Contoh teks ini juga dapat dengan mudah kita temukan dalam kehidupan kita. Terimakasih.

sumber:http://materi4belajar.blogspot.co.id/2017/01/5-contoh-teks-editorial-opini-singkat.html

Pengertian Fakta, Opini & Editorial beserta contohnya

Fakta
adalah peristiwa yang telah terjadi dan dapat dibuktikan.
Opini
adalah pendapat, pendirian, dan pandangan seseorang terhadap suatu hal.
Editorial/tajuk rencana
adalah artikel yang menyajikan pendapat surat kabar terhadap suatu isu. Artikel ini mencerminkan suara mayoritas dari para dewan redaksi, dewan redaksi surat kabar terdiri dari editor dan manajer bisnis. Editorial biasanya unsigned atau diterbitkan tanpa byline (nama penulis) karena editorial mewakili pendapat surat kabar, bukan penulis.

Contoh fakta

Ø  Hari ini hujan turun sangat lebat
Ø  kabupaten kep.seribu termasuk kedalam provinsi DKI jakarta
Ø  Tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004
Ø  Presiden RI yang kesatu adalah Ir.Soekarno
Ø  BANDUNG merupakan ibukota provinsi jawa barat

Contoh opini
Biasanya kalimat opini menggunakan kata-kata berikut ini: seandainya, sebaiknya, sepantasnya, seyogyanya, hendaknya, menurut saya, mungkin saja dll.
Ø  Siswa yang tidak bisa dibina lagi, sebaiknya dikembalikan kepada orang tua.
Ø  Hendaknya siswa menjaga kebersihan kelas masing-masing
Ø kasus kesalahan cetak bendera indonesia terbalik pada SEA GAMES2017 oleh malaisya sebaiknya ditanggapi dgn kepala dingin oleh rakyat indonesia agar tdk mudah emosi


Contoh editorial


Contoh ke 1: Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

Pendidikan telah menjadi kebutuhan semua manusia dan menjadi kunci bagi kemajuan sebuah bangsa. Tentu saja kita sadar bahwa dengan pendidikan yang berkualitas, kesempatan untuk sejajar dengan bangsa lain yang sudah lebih maju kian besar. Tetapi nyatanya kualitas pendidikan di Negara ini tidak sebagus negara lain.
Lembaga pendidikan mengupayakan berbagai cara untuk menciptakan lulusan yang berkualitas untuk mengantisipasi perubahan dan tantangan yang semakin sulit. Keberhasilan tidak lepas dari segala kondisi.
Nah untuk mencapai keberhasilan meningkatnya mutu pendidikan maka dilakukan beragam upaya dengan sungguh-sungguh untuk mencari solusi dari permasalahan yang akan dihadapi.
Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan menjadi penting dalam rangka menjawab tantangan Globalisasi, Kemajuan IPTEK, dan pergerakan tenaga ahli yang sangat masif.
Lembaga pendidikan dituntut untuk bisa melahirkan keluaran pendidikan yang berkualitas karena perlombaan antar bangsa berlangsung sangat sengit dan intensif. Sehingga mempunyai keahlian dan kompetensi profesoinal yang siap menghadapi kompetisi global.
Di era teknologi seperti sekarang, guru tidak satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Tapi peran guru sudah berubah menjadi motivator, fasilitator, dan dinamisator. Bahkan ada internet yang didalamnya membuat banyak web yang menyediakan materi belajar.
Dalam keadaan seperti inilah diharapkan guru memberikan peran lebih besar karena peran pendidik tidak bisa digantikan oleh siapapun dan apapun di sera apapun.
Sehingga untuk melakukan peran tersebut secara efektif maka diperlukan peningkatan langkah dan usaha yang jelas dan tepat. Beberapa usaha peningkatan kualitas pendidikan merupakan tantangan terbesar yang harus segera dilakukan oleh pemerintah.

Contoh ke 2: Trafficking di Aceh Sudah Bersindikat


            Kasus-kasus trafficking di daerah ternyata sudah sangat memprihatinkan. Dan, sudah pantas pula menimbulkan kerisauan dan kecemasan kita sebagai masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusian yang beradab.

            Kasus dugaan perdagangan manusia paling baru terungkap dan sangat mencengangkan kita semua adalah menimpa dua wanita belia asal Banda Aceh. Dua wanita “bau kencur” itu kepada polisi mengatu telah menjadi korban trafficking yang sempat dijadikan budak seks di Singapura. Lebih mencengangkan lagi, setelah menerima laporan itu, polisi menangkap dua wanita muda (Mi dan Ay) yang diduga sebagai jaringan seorang mucikari di Negeri Singa.

            Awalnya, orang tua korban melaporkan anak gadis mereka yang masih berusia 16 tahun menghilang dari rumah. Kemudian diperoleh info dari warga setempat melihat kedu gadis belia itu pergi dengan dua wanita yang diyakini adalah Mi dan Ay.

            Menurut data kepolisian, Mi dan Ay berstatus wanita panggilan dan pernah bekerja di sebuah salon di kota Banda Aceh. Mi yang asal aceh tamiang diduga sebagai otak pelaku dalam kasus yang menimpa dua belia tadi.

Modusnya, Mi meminta Ay mencarikan gadis-gadis Aceh yang lugu, cantik, putus sekolah, dan memilikiri riwayat keluarga bermasalah. Ay menemukan kriteria itu pada dua gadis belia tadi sehingga semua rencana berjalan lancer hingga tiba di Singapura. Lalu, Mi menyerahkan kedua belia itu kepada seorang laki-laki diduga mucikari. Kedua gadis lugu tadi diharuskan melayani 110 pria hidung belang sebagai pengganti biaya yang telah  dikeluarkan selama perjalanan dari Aceh ke Singapura. Tapi Mid an Ay yang sudah menjadi tersangka membantah pengakuan korban.

            Yang harus menjadi perhatian adalah apa yang dikatakan Kadiv Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo. Ia mengingatkat bahwa kasus perdagangan manusia (trafficking) seperti fenomenal gunung es. Kejahatan itu rentan menimpa anak-anak dan perempuan , terutama masyarakat yang memiliki pendidikan rendah, latarbelakang keluarga bermasalah serta memiliki kepribadian yang polos.
            Guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak, maka semua pihak agar lebih waspadaterhadap orang-orang yang menjanjikan pekerjaan kelua negeri dengan iming-iming gaji besar. Begitu juga terhadap keluarga yang mempunyai anak gadis, agar ekstra hati-hati jika anak gadis mereka ditawari peluang kerja untuk menompang ekonomi keluarga. “harusnya ada kecurigaan terhadap orang-orang yang kesannya mau membantu sepenuhnya. Karena dibalik bantuan tentu ada apa-apnya, “kata Gustav.

            Ya, dalam kondisi ekonomi yang semakin sulit ini, ditambah lagi biaya pendidikan kian mahal dan lapngan kerjasangat terbatas, maka akan banyak anak usia muda, khususnya gadis remaja yang gampang terbujuk kerja keluar negeri, apalagi iming-iming gaji besar, seperti dialami dua belia tadi.

            Karena itu, masyarakat sangat menunggu langkah-langkah dari pemerintah mengatasi trafficking. Dan pihak kepolisian harus didukung dalam mengungkap kasus-kasus yang sudah terjadi, sebab ternyata trafficking di sini sudah bersindikat alias berjaringan antarnegara.

Contoh ke 3: Perlukah Ujian Nasional Online Diadakan?

Beberapa bulan lagi ujian nasional akan dilaksanakan di tingkat SD hingga SMA. Nah Kemendikbud menambahkan aturan baru yaitu pelaksanaan ujian nasional secara online di beberapa sekolah.
Dilihat dari keadaan dan situasi lapangan saat ini, rencana ini belum tepat dan perlu dipertimbangkan kembali karena permasalahan seperti infrastruktur yang belum merata dan kurangnya pengetahuan dari tenaga ahli di beberapa sekolah.
Padahal hal ini sangatlah baik. Jika pelaksanaan ujian nasional online tetap dilaksanakan, maka beberapa sekolah akan kesulitan karena tidak adanya infrastruktur yang memadai seperti komputer, akses internet, dan listrik.
Coba bayangkan ketika ada sebuah sekolah yang mempunyai 250 siswa yang akan mengikuti ujian nasional, maka berapa jumlah komputer yang dibutuhkan oleh pihak sekolah untuk melaksanaan ujian nasional ini.
Tentunya membutuhkan komputer yang banyak. Dan apabila tetap dipaksakan maka salah satunya yaitu dengan menggunakan komputer secara bergiliran. Tetapi hal ini rentan akan timbulnya kecurangan dalam ujian nasional.
Selain itu kurangnya tenaga ahli di beberapa sekolah juga menjadi masalah, karena pasti beberapa sekolah akan bingung dalam pelaksanaan karena tidak mengerti bagaimana melaksanakannya.
Sudah semestinya jika pemerintah ingin melaksanakan ujian nasional secara online, pemerintah harus menjamin ketersediaan infrastruktur yang mendukung serta tidak terburu-buru dalam melaksanakannya.
Pemerintah juga harus melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah yang jauh sebelum ujian nasional agar tidak menimbulkan masalah seperti yang telah diuraikan diatas.
Itulah 3 contoh teks editorial atau contoh tajuk rencana ini yang kami ambil dari beberapa sumber dan telah mengalami perubahan.

Monday, August 21, 2017

puisi panggilan rindu 2-karya angga nugraha malik

PANGGILAN RINDU 2

oleh: angga nugraha malik







Lagi-lagi panggilan rindu

Kaukikis ruang dengan sekehendakmu

Kausayat keutuhan waktu
Kaurusak keteguhan menjadi tak menentu

Tak peduli endorfin dan oksitosin
Tak peduli serotonin dan dopamin

Kaubuat mereka tak karuan
Bercampur aduklah perasaan

garut,18 agustus 2017


Saturday, May 13, 2017

puisi HUJAN-RIANY

HUJAN
Oleh: Riany

kau terlelap, bersama rerimbun dini hari
sekerlip mata, mengintipmu dari celah
pulas tidurmu, endapkan segala lelah
hujan jatuh, menderu-deru di atap
dingin, dingin, namun tak lunturkan sebua ingatan

duniamaya,13-05-17

facebook: https://www.facebook.com/canna.indica.5?fref=nf

Friday, May 12, 2017

puisi DUNIA PADA SEUNTAI KATA karya andri sugiana

dunia pada seuntai kata



oleh; Andri sugina
------------------

pada seuntai kata
aku meneguk nikmat 
dari dunia yang ku temukan
antara ruang dan waktu


pada seuntai kata
aku adalah dewa
tak punya rasa butuh yg memaksa
tak ada rasa ingin yg menyiksa


pada seuntai kata
rasanya aku ingin menetap saja
tak mau kembali pada alam bising yg memekakkan telinga.


luar batang, 03-05-17


e-mail: andrialmunzhuly@gmail.com
facebook: https://www.facebook.com/izha.andri

Wednesday, January 11, 2017

puisi resah awan kelabu oleh andri sugiana

RESAH AWAN KELABU
oleh: andri sugiana 


Resahku
Bagai perjalanan
Sang awan kelabu
Yang menusuri langit
Meninggalkan jejak langkah yang ragu

Hingga tiba di suatu langit
Ia turunkan hujan
Namun tak bisa memastikan
Airnya sembuhkan dahaga pohon
Mengalir di bawa pergi sungai

Ataukah membawa kemalangan
Menenggelamkan pohon dalam genangan hujan

Kedung halang, 08-01-2017

Tuesday, January 10, 2017

cara membuat musikalisasi puisi beserta contoh referensi dari karya yang sudah ada

Assalamu'alaikum wr,wb

Musikalisasi puisi yaitu membaca puisi dengan diiringi musik yang sesuai dengan tema dan suasana yang tergambar dalam puisi tersebut.

Pada pembahasan ini, kita akan dilatih untuk memahami puisi lewat musikalisasi puisi.Musikalisasi puisi adalah bentuk penyampaian puisi dengan diiringi irama musik.


Tujuannya untuk memperkenalkan puisi kepada masyarakat luas. Cara ini bukanlah hal baru, tepatnya telah dipelopori oleh mahasiswa Universitas Indonesia yang menyanyikan puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono yang ada dalam buku antologi puisi "Hujan Bulan Juni".

Bentuk apresiasi puisi seperti ini sampai sekarang masih mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak musikus dan penyanyi yang telah melakukannya, baik dalam bentuk pementasan maupun rekaman.

Bahkan puisi karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun telah diubah menjadi bentuk musikalisasi dan dinyanyikan oleh Widi AB Three.



Cara Musikalisasi Puisi

Berikut ini ada beberapa hal yang harus kalian lakukan agar kalian dapat memusikalisasi puisi secara baik.
Pengertian dan Contoh Cara Musikalisasi Puisi Persahabatan Ebiet G. Ade
Contoh Musikalisasi Puisi

1. Menentukan puisi yang akan dimusikalisasi.


2. Mengapresiasi puisi yang telah ditentukan.


Mengapresiasi puisi artinya mencermati secara sungguh-sungguh sebuah puisi hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.


3. Memerhatikan kesusastraan isi puisi dengan suasana yang dibangun.


4. Menentukan alat musik yang digunakan untuk mengiringi musikalisasi puisi. 


Alat musik yang akan kalian gunakan dapat berupa gitar, gendang, keyboard, dan sebagainya.


5. Menentukan notasi nada yang akan digunakan. 


Notasi nada tersebut dapat berbentuk notasi angka ataupun notasi balok. Guna notasi untuk mempermudah melagukan puisi tersebut.


Tentunya mengubah sebuah puisi menjadi musikalisasi bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu, kita harus rajin berlatih.


Berikut ini adalah contoh puisi yang dapat kalian gunakan untuk belajar memusikalisasi puisi.


Hayatilah Sayang
Karya: Yant Mujiyanto

Hayati, rasa serta renungkan

Duka mahapedih sedalam samudra
Oleh gelombang tsunami yang gemuruh menerjang
Yang merenggut dan memorakporandakan segalanya

Semoga, dengan semua itu

Terketuklah pintu hatimu
Untuk ikhlas berbagi
Menyantuni

Merawat dan merengkuh penuh kasih sayang

Mereka yang kini terlunta
Seraya engkau pun merasa perlu berpuasa
Dari menempuh hidup sekadar berhura-hura

Berbahagialah kita

Yang mampu mengambil hikmah
Atas musibah
Yang datang melanda

(Dikutip dari: Indonesia Menangis, 2005)


Puisi "Hayatilah Sayang" di atas merupakan salah satu puisi yang diambil dari buku kumpulan puisi "Indonesia Menangis" karya Yant Mujiyanto yang ditulis sebagai bentuk simpati terhadap bencana tsunami yang menimpa Aceh pada tanggal 24 Desember 2004.


Kita dapat mendengarkan contoh-contoh puisi karya Ebiet G. Ade, Iwan Fals atau pun lagu-lagu dari musisi Indonesia lainnya untuk memperdalam pengetahuan kalian tentang musikalisasi puisi.


Karya musisi-musisi tersebut selain enak didengarkan, juga mempunyai lirik yang puitis. Sebagai contoh, bacalah puisi berjudul "Usah Kau Lara Sendiri" berikut ini!


Kemudian dengarkanlah bentuk lain dari puisi tersebut yang telah berbentuk lagu! Rasakanlah perbedaan antara puisi dan musikalisasi puisi!



Usah Kau Lara Sendiri

Kulihat mendung membayangi pancaran wajahmu

Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat bagi jiwa

Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku

Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan sana cahya kecil tuk memandu

Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan?
Satu per satu jalinan kawan beranjak menjauh

Kudatang sahabat bagi jiwa

Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa

Penyanyi: Katon Bagaskara dan Ruth Sahanaya

(Ciptaan: Andre Manika)
Berikut pembahasan mengenai musikalisasi hari ini, semoga sukses bagi kawan yang sedang mendapat tugas membuas musikalisasi puisi dari gurunya, :D

Tuesday, July 12, 2016

Rindu Hentak Kaki – oleh Nurul Assyifa Wardana

judul: Rindu Hentak Kaki 
 oleh: Nurul Assyifa Wardana
Rindu
Nyanyian sang burung
Rindu
Hentak kaki berlari
Terinjak tanah sepatu
Menuju alam riang sekolah
Bunyi kotak pensil
buku botol minum
saling bertemu dalam luasnya
ruang tasku
rindu akan segala
rindu akan pergi
ingin temu dalam ruang hati riang
karena kurindu akan indahnya sekolahku

Rindu Hentak Kaki – oleh Nurul Assyifa Wardana
Cirebon, Jawa Barat
fb: Nurul Assyifa Wardana

Wednesday, May 25, 2016

esai-RONJANG : TOPIK ISLAM YANG UBSURDISME

RONJANG : TOPIK ISLAM YANG UBSURDISME

MEMBACA novel Mana Sikana, Ronjang, kita masih mengingati stail penulisannya yang berbentuk ubsurd. Kita masih membayangkan apakah Ronjang juga mempunyai kecirian seperti mana cerpen-cerpen Fakurdabakia atau Nusia. Apatah lagi bila intisari pengenalannya, Ronjang dikatakan mencari kebebasan dari isme-isme sama ada romantisme, realisme mahupun ubsurdisme. Ini lebih menarik perhatian kita untuk menghayati novel tersebut.

Ronjang, walau pun mahu melarikan dari ikatan isme-isme, namun Mana Sikana masih terikat kepada bentuk ubsurdisme. Walau pun ia tidak sehebat cerpen-cerpennya, Fakurdabakia atau Nusia, namun ia masih lagi mempunyai ciri-cirikeubsurdisme itu.

Ini diberatkan dengan penggunaan personifikasi, interior monologuestream of consciusness dan teknik-teknik lainnya. Pada permulaan cerita, Ronjang seakan mirip novel Putu Wijaya, Telegram. Malah, suatu dialog yang bersamaan juga terkandung di dalamnya. Dalam Telegram, Putu Wijaya menuliskan, " kami berjalan sebentar untuk menunggu hari gelap. Lalu memasuki losmen sebagaimana biasa. Apa lagi namanya saat itu kalau bukan perzinahan, " ( hal. 1 ) Dalam Ronjang pula, Mana Sikana mengungkapkan, " tangan keras itu merangkul tubuh Aini. Membiarkan masa berjalan dengan drastik. Apakah nama itu kalau bukan perzinahan, " ( hal. 4)

Jika diteliti di sepanjang bab 1 hingga bab 9, Ronjang berada dalam keubsurdan. Ia hanya bebas selepas bab 9. Permasalahan yang ditimbulkan dalam Ronjangmemang satu persoalan yang ubsurd juga. Soal kematian yang menjadi satu persoalan dalam hidup Murad. Ia dikejar kematian dalam suatu keadaan yang diilhamkan oleh interior monologue. Walau bagaimana pun, pengarang cuba melalaikan cara kematian ini dengan berbagai pelarian klimaks yang kadangkalannya meninggalkan kesan dramatik dan kadangakalanya menurunkan drastik pembaca.

Ronjang memilih topik keislaman. Ia berkisar dalam satu kehidupan keluarga yang hanyut dalam kebendaan. Murad seorang usahawan yang telah berjaya. Bersamanya tinggal seorang isteri, Zaiton, yang berfahaman sederhana. Seorang isteri yang mempunyai pegangan keagamaan. Di samping itu, anak-anaknya Syafiq yang gila untuk menjadi bintang bola sepak, Balqis pula telah membuang minatnya untuk belajar kerana terjerumus dalam dunia percintaan remaja dengan seorang askar ( Mansur ), Manakala Salleh seorang anak yang warak, dan Kitum anaknya bungsu menggemari filem Hindustan dan berangan-angan mahu menjadi seorang pengarang ( novelis )

Perjalanan hidup Murad banyak berkisar dalam pancaroba tabiatnya. Menodai setiausahanya, Mimi, Aini dan banyak lagi. Di samping watak-watak sampingan yang banyak membantu kewujudan Murad. Dalam bab-bab yang awal ternyata Murad ditonjolkan dalam bentuk ubsurd. Penggunaan teknik stream of consciusnessinterior monologue membantu keadaan ini. Ini diberatkan dengan penggunaan personifikasi, iaitu memperorangkan kereta, rumah dan objek-objek lain. Malah beberapa perkataan juga dipersonifikasikan.

Persoalan yang dipamerkan untuk menjadi topik hidup Murad ialah menyambut hari jadinya yang keempat puluh. Segala persiapan besar-besaran telah diadakan. Anak-anaknya memainkan peranan penting bagi mewujudkan ketegangan suasana tersebut. Mimi, setiausahanya juga menjadi sandaran yang hebat. Murad mahu menonjolkan dirinya di hari jadinya itu. Dia mahu membelanjakan wang yang banyak untuk mempamerkan keunggulannya sebagai seorang usahawan yang berjaya. Tabiat anak-anaknya yang memperhebatkan lagi persediaan menyambut hari jadi tersebut. Kitum dengan novelnya. Syafiq dengan bola sepaknya dan Balqis dengan kekasihnya.

Tetapi Salleh yang warak itu dengan pendiriannya mahukan majlis hari jadi itu disambut dengan membaca tahlil dan doa selamat. Ini disokong oleh ibunya. Lantas dalam kesesatan keduniaannya itu, Murad didatangi dengan suara yang membawa khabar kematiannya. Keadaan inilah yang membawa plot ceritaRonjang secara keseluruhan.

Selain watak utamanya, Murad, dua watak lain juga menarik perhatian ialah watak Salleh dan Kitum, Kitum merupakan satu pengamat dalam kehidupan ayahnya yang akan menghadapi mati dan mencatatkannya ke dalam novel yang akan dihadiahkan kepada ayahnya dalam sambutan hari jadi itu, Ronjang memilih topik keislaman. Ia berkisah dalam satu kehidupan keluarga yang hanyut dalam kebendaan. Murad seorang usahawan yang telah berjaya. Bersama tinggal dengan seorang isteri, Zaiton yang berfahaman sederhana. Seorang isteri yang mempunyai pegangan keagamaan.

Penonjolan watak ini amat melucukan kerana watak begini tidak realistik dalam kehidupan sehari-harian manusia. Kehadirannya pada saya tidak lebih untuk memenuhi ciri-ciri lelucon semata. Manakala watak Salleh, seakan menjadi nada penggerak watak utama malah melanjutkannya kepada unsur-unsur Islam. Salleh, nama yang dipadankan dengan sifatnya membuat pelbagai perubahan dalam cerita ini. Kalau diteliti lebih lanjut, Salleh lebih merupakan tokoh utama dalam novel ini yang berteraskan keislaman. Lebih menonjol lagi watak Salleh di pengakhirannya. Salleh lebih berjaya mendapat tempat. Murad menerima hukuman rejam sampai mati mengikut undang-undang Islam. Mengikut dari segi logik, pengarang hilang pedoman. Pengarang dihantui oleh tema keislaman yang mana kebatilan harus dikalahkan oleh yang makruf.

Beberapa keadaan telah menunjukkan Murad akan terselamat dari hukuman mati. Mengikut logik, Murad hanya dihukum denda lima ratus ringgit. Tetapi pengarang cuba mengekplotasikan keadaan ini dengan imbauan-imbauan hukum Islam. Untuk itu, ia mencatatkan begini, " setelah beradab-abad lamanya, penghukuman rejam sampai mati tidak dijalankan, itulah kali pertamanya hukuman seperti itu diadakan, " ( hal. 159 ) Sebagai sebuah karya yang bertemakan Islam, Ronjangdikira telah menepati motif tersebut. Namun, pengarangnya masih belum mengangkat karya itu sebagai sebuah karya Islam yang bermutu tinggi. Malah untuk diakui sebagai karya sastera yang baik juga belum terangkat. Cuma dapatlah ia dikategorikan dalam sebuah karya yang menjurus ke arah keislaman.

Sebagai seorang penulis berbagai genre kesusasteraan, esais dan pengkritik yang berwibawa, Mana Sikana seakan masih mencari-cari identiti penulisannya. Ia masih gagal menempatkan sebagai seorang penulis yang beridentiti mutlak seperti Shahnon Ahamad atau pun Azizi Haji Abdullah. Selama ini kita mengenal Mana Sikana seorang penulis yang kritis, progresif malah memperjuangkan kemajuan dalam bidang sastera. Fikirannya sentiasa membangun tetapi kadangkala daya fikirannya kesasar dan menjurus kepada kenegatifan Islamik. Pendekatan kritikan semiotik dan strukturilisme banyak membantu beliau menghasilkan karya-karya eksperimental.

- Mingguan Malaysia 28 Disember 1984

Monday, May 16, 2016

Gurindam 12- Raja Ali Haji


GURINDAM DUA BELAS
karya: Raja Ali Haji
Satu
Ini Gurindam pasal yang pertama:
Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah,
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
Tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
Tahulah ia dunia mudarat.
Dua
Ini Gurindam pasal yang kedua:
Barang siapa mengenal yang tersebut,
Tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
Seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
Tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
Tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
Tiadalah ia menyempurnakan janji.
Tiga
Ini Gurindam pasal yang ketiga:
Apabila terpelihara mata,
Sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
Khabar yang jahat tiadaiah damping.
Apabila terpelihara lidah,
Niscaya dapat daripadanya paedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
Daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
Keluarlah fi’il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
Daripada berjaian yang membawa rugi.
Empat
Ini Gurindam pasal yang keempat:
Hati itu kerajaan di daiam tubuh,
Jikalau zalim segala anggotapun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
Datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
Di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
Nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung.
Tanda orang yang amat celaka,
Aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
Itulah perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
Janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
Mulutnya itu umpama ketor.
Di mana tahu salah diri,
Jika tidak orang lain yang berperi.
Lima
Ini Gurindam pasal yang kelima:
Jika hendak mengenai orang berbangsa,
Lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
Sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
Lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
Bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
Di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
Enam
Ini Gurindam pasal yang keenam:
Cahari olehmu akan sahabat,
Yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
Yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
Yang boleh dimenyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
Pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan ‘abdi,
Yang ada baik sedikit budi,
Tujuh
Ini Gurindam pasal yang ketujuh:
Apabila banyak berkata-kata,
Di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
Itulah landa hampirkan duka.
Apabila kita kurang siasat,
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
Jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
Itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
Sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
Menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
Lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
Lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
Tidak boleh orang berbuat honar.
Delapan
Ini Gurindam pasal yang kedelapan:
Barang siapa khianat akan dirinya,
Apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
Orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
Daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
Biar dan pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
Setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
Kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
Keaiban diri hendaklah sangka.
Sembilan
Ini Gurindam pasal yang kesembilan:
Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
Bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
Itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
Di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
Di situlah syaitan tempat bergoda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
Di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
Syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
Dengan syaitan jadi berseteru.
Sepuluh
Ini Gurindam pasal yang kesepuluh:
Dengan bapa jangan durhaka,
Supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
Supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
Supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan kawan hendaklah adil,
Supaya tangannya jadi kapil.
Sebelas
Ini Gurindam pasal yang kesebelas:
Hendaklah berjasa,
Kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
Buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
Buanglah khianat.
Hendak marah,
Dahulukan hujjah.
Hendak dimalui,
Jangan memalui.
Hendak ramai,
Murahkan perangai.
Duabelas
Ini Gurindam pasal yang kedua belas:
Raja mufakat dengan menteri,
Seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.
Hukum ‘adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh ‘inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.
Tamatlah Gurindam yang duabelas pasal yaitu karangan kita Raja Ali Haji pada tahun Hijrah Nabi kita seribu dua ratus enam puluh tiga likur hari bulan Rajab Selasa jam pukul lima, Negeri Riau, Pulau Penyengat.
Keterangan :

Bakhil ; kikir atau pelit
Balai : rumah tempat menanti raja (di antara kediaman raja-raja)
Bachri : hal mengenai lautan (luas)
Berperi : berkata-kata
Cindai : kain sutra yang berbunga-bunga
Damping : dekat, karib, atau akrab
Fi’il : tingkah laku, perbuatan
Hujjah : tanda, bukti, atau alasan
Inayat : pertolongan atau bantuan
Kafill : majikan atau orang yang menanggung kerja
Kasa : kain putih yang halus
Ketor : tempat ludah (ketika makan sirih), peludahan
Ma’rifat : tingkat penyerahan diri kepada Tuhan yang setahap demi setahap sampai pada tingkat keyakinan           yang kuat
Menyalah : melakukan kesalahan
Mudarat : sesuatu yang tidak menguntungkan atau tidak berguna
Pekong (pekung) penyakit kulit yang berbau busuk
Penggawa : kepala pasukan, kepala desa
Perangai : sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan
Senonoh : perkataan, perbuatan, atau penampilan yang tidak patut (tidak sopan)
Tegah : menghentikan
Teperdaya : tertipu
Termasa : tamasya