Wednesday, August 23, 2017

pengertian Drama beserta contoh naskahnya

DRAMA

Drama adalah karya sastra berbentuk diaolog/tingkah laku (acting) yang dipentaskan.
Drama terdiri dari unsur intrinsic dan ekstrinsik                                          
v  Unsur intrinsik
ü  Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakan jalan cerita melalui rumitan kea rah klimaks dan selesaian.
Dalam drama alur itu terbagi atas susunan babak dan adegan. Seperti juga bentuk sastra lainnya, naskah drama di atas bergerak dari suatu permulaan, melalui suatu bagian tengah, menuju suatu akhir. Dalam drama bagian-bagian ini dikenal sebagai eksposisi, komplikasi, dan resolusi(denouement).
·         Eksposisi sesuatu cerita menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi siatu cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut
·         Komplikasi atau bagian tengah certa, mengembangkan konflik. Pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan tujuannya, dia mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk mennanggulangi rintangan ini
·         Resolusi atau denouement hendaklah muncul secara logis dari apa-apa yang telah mendahuluinya di dalam komplikasi. Titik batas yang memisahkan komplikasi dan resolusi, biasanya disebut klimaks (turning point).
ü  Penokohan
Tokoh-tokoh dalam drama di klasifikasikan sebagai berikut
·         Tokoh gagal/tokoh badut (the foil). Tokoh ini yang mempunyai pendirian yang bertentangan dengan tokoh lain. Kehadirannya untuk mempertegas tokoh lain.
·         Tokoh idaman (the type character). Tokoh ini berperan sebagai pahlawan dengan karakter yang gagah, berkeadilan, atau terpuji.
·         Tokoh statis (the static character). Tokoh ini memiliki peran yang tetap sama, tanpa perubahan, mulai dari awal sampai akhir.
·         Tokoh yang berkembang. Tokoh ini mengalami perkembangan selama cerita ini berlangsung. Misalnya dari yang sangat setia menjadi tidak setia, dan berkhianat
ü  Latar adalah keterangan mengenai ruang dan waktu. Latar juga dapat dinyatakan  yang melalui percakapan paras tokohnya. Dalam pementasannya, latar dapat dinyatakan dalam tat panggung/tata cahaya.
ü  Bahasa dalam drama tidak hanya sebagai media komunikasi antar tokoh namun juga bisa menggambarkan karakter tokoh, latar, ataupun peristiwa yang sedang terjadi.
ü  Perlengkapan yaitu sejumlah fasilitas diperlukan sebagai pelengkap cerita. Beberapa diantaranya panggung, pencahayaan, dan system akustik.
v  Unsur ekstrisik
Segala sesutu yang di luar drama namun berkaitan dengan carita tersebut. Unsur yang dimaksud antara lain, adalah sosial, budaya, politik dll.
Dan menyebutkan nama-nama pemeran, sutradara, scenario dll.
Ø  Langkah-langkah pementasan drama
a.       Menyusun naskah
b.      Melakukan pembedahan secara bersama-sama terhadap isi naskah
c.       Calon pemain membaca keseluruhan cerita sehingga dapat mengenali masing-masing peran
d.      Melakukan pemilihan peran
e.       Mendalami peran yang akan dimainkan
f.       Sutradara mengatur teknik pentas, yakni dengan cara mengarahkan dan mengatur pemain
g.       Pemain menjalani latjhan secara lengkap, mulai dari dialog sampai pengaturan pentas
h.      Gladiresik atau latihan terakhir sebelum pentas
i.        Pelaksanaan pementasan sesuai dengan yang telah direncanakan.
*      Hal-hal lain yang terdapat pada drama
·         Prolog, adalah pembuka menggambarkan awal cerita dan kemunculan tokoh
·         Monolog, adalah percakapan tunggal seorang tokoh dalam drama
·         Dialog, adalah percakapan yang terjadi antar tokoh dalam drama
·         Epilog, adalah menggambarkan akhir dan proses selesainya cerita.

contoh naskah drama

 Contoh 1
Sinopsis: Tema kesehatan memang pantas untuk selalu diangkat, mengingat banyak orang yang melepaskan dunia dengan mengalami sakit parah. Hal ini tentu memberikan kita perhatian, sebab dampak ditinggalkan orang terkasih melalui serangan penyakit. Tentunya memiliki nilai trauma tersendiri bagi orang terdekat yang ditinggalkan.
Tema  : Pendidikan
Judul  : Kesehatan Sang Ibu
Pemeran :
  1. Ibu
  2. Fensa
  3. Noftavia
  4. Dokter
Naskah
Suatu ketika handphone Fensa bergetar di pagi hari, suatu hal yang tidak lumrah sebab nomor yang etrtera adalah nomor kakanya, Noftavia. Merasakan ada hal yang aneh, di pagi buta sudah menelfon padahal biasanya cukup mengirimkan pesan singkat. Fensa langsung mengangkat pada deringan yang pertama.
Fensa:”Halo.. Assalamu’alaikum..”
Noftavia:”Wa’alaikumsalam.. Dek, bisa pulang ke rumah sekarang?”
Fensa:”Ada apa mbak?”
Noftavia:”Pulang bisa pagi ini juga?”
Fensa:”Ada apa dulu, aku harus berangkat kerja. Kalau alasan tidak masuk tidak jelas bisa dikeluarkan!”
Noftavia:”Ibu dek, ibu masuik rumah sakit. Diabetesnya ternyata belum sembuh total. Pulang dulu, tengok ibu. Siapa tahu keadaanya bisa lebih baik.”
Seketika tumpah air mata Fensa medengar sang ibu, yang merupakan pecutnya bekerja dengan giat. Kini terbaring di rumah sakit, ketakutan itu seketika muncul. Namun fensa berusaha menepis dengan kuat.
Fensa:”Iya, aku pulang sekarang…!”
Telepon ditutup segera, Fensa langsung menymbar tas punggungnya ia masukkan sepasang baju yang mudah diraih. Membawa barang seperlunya, dan bergegas menuju ke halte bus terdekat. Sepanjang perjalanan, air mata tak bis adibendung seperti air bah banjir Jakarta yang turun dari wilayah Bogor. Fensa sudah tidak peduli dengan sekeliling yang terus mengamati, sebab dalam benaknya hanya ada ibu, ibu, dan ibu. Tidak ada yang lain lagi.
Setelah tiga jam perjalanan yang melelahkan dan panjang, akhirnya Fensa sampai di rumah sakit di kabupaten kota kelahirannya. Ia bergegas memencet nomor kakaknya, Noftavia menanyakan ruang rawat sang ibu.
Noftavia:”Di ruang manggis, kamar no 4 ya dek. Disini ada dokter yang masih memeriksa ibu..”
Fensa:”Iya kak..”
Sampailah Fensa di kamar sang ibu, di samping ranjang ada dokter dan perawat serta kakanya tersayang. Sementara di ranjang pesakitan, kini terbaring tubuh malaikat penyemangatnya selama ini. Kaget Fensa melihat keadaan ibunya, namun sang ibu bukannya terlihat sakit tak berdaya. Justrus eulas senyum tersungging penuh ikhlas dan penawar rasa khawatir.
Fensa:”Ibu wajahnya kok bisa begini?”
Ibu:”Tidak apa-apa..”
Fensa:”Dok, ibu kok bisa begini kenapa?”
Dokter:”Ada komplikasi yang cukup rumit dari diabetes yang diderita ibu anda.”
Fensa:”Apa itu?”
Dokter:”Ada komplikasi di saluran pencernaan, yakni usus dan lambung. Paling para komplikasi di ginjal. Sehingga membuat ibu anda sukar membuang sampah dlaam tubuhnya mbak.”
Noftavia:”Sudah 2 hari kemarin ibu tidak bisa buang air kecil maupun besar, tidak juga bisa keluar keringat dek..”
Dokter:”cairan yang tidak bisa keluar, baik keringat maupun air seni karen aginjal yang terganggu. Mengakibatkan kulit ibu anda menggembung berisi cairan. Untuk sementara mengguankan infus khusus agar bisa kencing dan berkeringat.”
Fensa:”Apakah bisa diatasi dok?”
Dokter:”Untuk sementara bisa dengan infus ini. Namun selebihnya semoga diberikan kemudahan dari-Nya!”
Noftavia:”Saya masih bingung dok, apa penyebab komplikasi ginjal ini?”
Dokter:”Dari hasil pemeriksaan, ibu saudara sepertinya sering mengkonsumsi minuman instan. Padahal tidak baik bagi penderita diabetes, penumpukan ini berakibat pada ginjal ibu anda.”
Terkejut sudah pasti, namun tetap saja hanya bisa tabah dan berusaha menjalani cobaan ini dengan selalu berhusnuzdon pada-Nya. Sang dokter meninggalkan ruangan, beserta perawatanya.
Noftavia:”Tadinya ingin rawat jalan saja agar lebih hemat, tapi dokter tidak mengijinkan. Kondisi ibu tidak stabil dek, obat infus ini mahalnya luar biasa. Ibu juga tidak mau makan nasi, hanya mau makan buah. Itupun tidak seberapa jumlahnya.”
Tangisan kini berderai makin deras, Fensa tidak kuasa untuk tidak menahannya. Merasa bersalah, membiarkan ibunya memperburuk kesehatan yang sudah kurang baik sedari dulu oleh diabetes. Sang ibu memang gemar minum minuman yang manis, apalagi jika minum minuman instan yang praktis cara membuatnya. Namun nasi sudah menjadi bubur, berharap ibunya bisa bertahan dan melalui ini semua adalah jalan yang terbaik.
Fensa:”Soal biaya nanti dipikirkan, sekarang biar ibu sehat dulu.”
Noftavia:”Iya dek, tapi mau dapat uang darimana? Seharusnya kita ikutkan ibu asuransi kesehatan agar tidak tunggang langgang begini.”
Fensa:”Sudah kak, jangan disesali. Kalau sudah rezeki tidak akan kemana, toh ini ibu kita, ibu yang baik. Dan selalu beramal dengan sesamanya. Pasti kita diberikan jalan.
Noftavia:”Semoga saja”
Siang ini kedua saudara saling menguatkan satu sama lain, saling berjanji saat ibu sudah sehat mereka akan memperhatikan hal remeh sekalipun. Tanpa terkecuali perihal minuman yang dianggap sepele.
Ibu:”Kapan sampai sa?”
Fensa:”Barusan bu.. ibu kenapa tidak mau makan? Nanti gak bisa minum obat, kapan sembuhnya?”
Ibu:”gak apa-apa.”
Fensa:”Ibu selalu saja bilang ‘gak apa-apa’. Yang sakit apa bu? Perutnya sakit kalau makan?”
Pertanyaan ini hanya dijawab dengan gelengan, Fensa semakin sedih. Wajah dan sekujur tubuh ibunya terlihat penuh keriput. Karen akulit yang tadinya menggembung karena penumpukan cairan kini tepah kempis dan meinggalkan bekas. Bekas yang sangat menyakitkan, mencerminkan penderitaan ibunya yang tidak perbah diungkapkan kepada kedua putrinya.
Setelah seminggu di rumah sakit, akhirnya sang ibu boleh pulang. Namun setelah melakukan permohonan dengan sangat kepada tim dokter. Sebab keterbatasan biaya, yang membuat merawat di rumah sakit menjadi amat sangat berat. Keputusan yang diambil sudah bulat, ibu akan dirawat di rumah oleh Noftavia. Sebab fensa harus ebkerja untuk mencari biaya berobat sang ibu setiap bulannya. Semakin hari keadaan ibu memang semakin membaik, meskipun sejak keluar dari rumah sakit. Sang ibu suda tidak pernah lagi berpijak di tanah dengan kedua kakinya. Kesehatan itu mahal harganya, sakit berat seharusnya tetap dijaga asupan konsumsi hariannya.
 
Contoh 2 

Judul : patuh pada orangtua.
Tema : sosial.
Jumlah pemeran : Drama 3 orang.
1. Tomy
2. Lisa
3. Sinta
Sinopsis drama :
Tomy sedang ngobrol dengan Lisa disebuah taman yang tidak jauh dari rumah mereka. Tomy dan Lisa adalah dua remaja yang sangat patuh pada orangtua. Tidak lama kemudian datanglah Sinta. Sinta adalah sosok remaja yang kurang memperhatikan perintah orangtua dan sering melanggarnya.
Sinta : Eh.. ada apa kok kelihatannya lagi pada serius gitu?
Tomy :Eh kamu Sinta.. nggak kok, Lisa cerita ke aku kalau dia kemarin disuruh Ibunya untuk beli barang kebutuhan dapur, tapi dia kelupaan.
Lisa : Iya, Sinta.
Sinta : Terus? Kenapa gitu aja kok kayak jadi masalah serius gitu buat kamu Lisa?
Lisa : Ya iya dong, itu namanya kan aku nggak ngendahin perintah Ibu aku. Kan nggak baik kalau seorang anak sering nggak memperhatikan perintah orangtuanya.
Tomy : Betul tu.. harusnya Lisa nggak suka lupa gitu.
Sinta : Yea elah.. kalau cuman gutu aja mah aku sering. Ngapain juga urusan kecil gitu aja kalian pikir ampe segitunya.
Tomy : Kok kamu seperti itu sih Sinta? Ya sudah seharusnya dong Lisa menyesal, kan itu nggak bagus namannya. Nggak memperdulikan perintah orangtua.
Sinta : Kalau aku sih, bukan sekali-dua kali saja begituan. Lagian yang namanya nggak ingat mau gimana lagi. Masak setiap orangtua nyuruh kita harus dipenuhin, nggak juga kan?
Lisa : Ya harus dong Sinta. Yang namanya orangtua kalau udah nyuruh kita yang kita harus kerjakan.
Tomy : Ah.. aku sih kalau sempat yang aku kerjain, kalau nggak yang nggak.
Lisa : Itu nggak baik Sinta. Itu namanya kamu anak yang tidak patuh pada perintah orangtua. Kamu harus bisa merubah sikap kamu, ntar kamu jadi anak yang durhaka lagi.
Tomy : Betul kata Lisa itu Sinta. Kamu harus berubah. Jangan membiasakan diri meremehkan perintah Ibu/Ayah kamu. Nggak baik itu.
Sinta : Iya deh.. aku ngerti.
 

Pengertian CERPEN beserta contohnya

CERPEN

Cerpen adalah karangan pendek yang umumnya mengisahkan masalah sederhana.
Ciri-ciri cerpen
Ø  Panjang cerita berkisar antara 3 s.d. 10 halaman/kurang dari 10.000 kata
Ø  Cerita selesai dibaca dalam sekali duduk
Ø  Cerita hanya memiliki satu insiden
Ø  Konflik yang terjadi tidak menimbulkan perubahan nasib tokohnya
Ø  Cerita hanya memilikisatu alur
Ø  Perwatakan digambarkan secara singkat.
Struktur cepen dibentuk oleh unsur ekstrinsik dan intrinsik
a.      Unsur ekstrnsik
ü  Latarbelakang pengarang, seperti pendidikan, kondisi keluarga, jenis kelamin, dan usia
ü  Waktu dan tempat penulisan karya
ü  Judul karya
b.      Unsur intrinsik
ü  Tema, adalah pokok pikiran yang menjiwai keseluruhan cerita
ü  Alur (plot),  merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat
Ø  Alur dibedakan atas:
·         Alur maju
·         Alur mundur
·         Alur campuran
ü  Latar/setting, merupakan tempat, waktu, dan suasana yang digunakan dalam suatu                         cerita
ü  Penokohan, adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter                           tokoh-tokoh dalam cerita
Ø  Penokohandibedakan atas,
*      Tokoh sentral
·         Tokoh protagonis, merupakan tokoh berkarakter baik
·         Tokoh antagonis, merupakan tokoh berkarakter jahat
*      Tokoh bawahan
·         Tokoh tritagonis, merupakan tokoh yang paling dekat/sering muncul                         dengan tokoh sentral karakter tergantung cerita
·         Tokoh pembantu, merupakan tokoh pendukung/tambahan
·         Tokoh lataran/figuran, merupakan pelengkap jalannya cerita.
ü  Sudut pandang (point of view),  adalah posisi pengarang dalam bercerita
Ø  Sudut pandang dibedakan atas:
·         Sudut pandang orang pertama, yaitu posisi pengarang berada dalam                           cerita, ditandai dengan kata aku/saya.
·         Sudut pandang orang ketiga, yaitu posisi pengarang bearada di luar                            cerita, ditandai dengan nama tokoh/peran.
@salah satu sumber menyebutkan bahwa jenjang SMA hanya dipelajari dua kategori sudut pandang. Dari berbagai referensi buku bahasa Indonesia sudut padang tergolong ke dalam beberapa jenis tergantung pengarang buku tersebut, namun hingga sekarang belum adanya patokan/rujukan standar
ü  Amanat, merupakan pesan berupa nasehat yang hendak disampaikan pengarang                              kepada pembaca melalui karya itu.
Nilai-nilai dalam cerpen
                                  
ü  Nilai-nilai budaya berkaitan dengan pemikiran, kebiasaan, dan hasil karya cipta manusia
ü  Nilai-nilai sosial berkaitan dengan tata laku hubungan antara sesama manusia (kemasyarakatan)
ü  Nilai-nilai moral berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk yang menjadi dasar kehidupan                                     manusia dan masyarakatnya. 

CONTOH CERPEN: 

komedi si bugil & spanduk lusuh

Karya-Ahmad Tohari

Kebanyakan anak muda di kampung kami gemar akan orkes dangdut. Namun tidak ada yang seperti Sontokliwon. Anak muda yang satu ini bukan gemar, dia maniak. Maka Sonto selalu di sana bila ada pentas. Sonto akan berdiri paling depan. Saat yang paling ditunggu adalah ketika penyanyi berdiri di tubir panggung, agak jongkok, dan menawarkan tangan untuk disalami penonton. Kepuasan Sonto tercapai ketika dia menengadah sambil meraih tangan penyanyi. Pada saat seperti itu betis penyanyi hampir menyentuh wajah Sonto. Demikian, Sonto pernah bilang tubuh perempuan adalah keindahan ciptaan Tuhan. Jadi, tidak salah memandangi ke semua bagiannya. Itu pendapat Sonto.
Kemarin ketika sedang memperbaiki motornya Sonto diuji: benarkah tubuh perempuan selalu menarik dipandang karena ia ciptaan Tuhan? Pagi itu ada perempuan terlantar lewat. Dia muda dan hampir bugil. Tetapi wajahnya tanpa citra jiwa. Tatapan matanya kosong. Semua pejalan kaki yang berpapasan dengan dia menunduk atau membuang muka. Sonto juga menatapnya sepintas tetapi kemudian membuang muka. Ternyata Sonto  tidak setia dengan pendapatnya sendiri selama ini. Entahlah, Sonto merasa tidak nyaman ketika melihat tubuh bugil perempuan terlantar; beda ketika dia melihat tubuh penyanyi dangdut.
Si Bugil terus ke utara, melenggang bebas. Dia tak mengerti orang kampung kami menghendaki dia menutup satu bagian tubuhnya dengan telapak tangan. Dia malah menggunakan tangan untuk memunguti botol plastik di pinggir jalan, lalu membuangnya lagi sambil tertawa. Agak di depan sana perempuan terlantar itu berhenti. Mungkin karena angin dari timur tiba-tiba bertiup lebih kencang. Dahan pohon kenari di dekatnya bergoyang. Sebuah spanduk yang sudah lepas sebelah talinya ikut berayun dan terjurai hampir mencapai tanah. Orang kampung kami tahu spaduk itu sudah berbulan-bulan demikian. Tak ada orang yang mau menyentuh. Semua merasa segan terhadap pemasang spanduk itu, sebuah organisasi politik yang punya barisan pemuda berseragam loreng.
Tentu hanya orang seperti Si Bugil yang tidak tahu apa-apa. Dia tidak tahu siapa pemasang spanduk itu. Dia juga tidak tahu beda pakaian loreng dan pakaian biasa. Maka Si Bugil tidak hanya berani menyentuh spanduk lusuh itu, tetapi bahkan menariknya hingga putus menjadi dua bagian. Satu bagian yang ada di tangan Si Bugil sepanjang dua meteran dan tertera lambang organisasi politik itu. Sesungguhnya lambang itu sudah baur. Namun orang kampung kami pasti tahu lambang organisasi apa gambar itu.
Di kampung kami para perempuan dan gadis menyukai iklan dengan model artis cantik yang tubuhnya hanya bertutup lilitan handuk. Kakinya hampir terbuka penuh. Di atas, dadanya juga setengah terbuka. Syahdan, apakah Si Bugil yang terlantar itu juga ingin secantik model iklan? Apakah dia pernah mengalami suatu masa menjadi perempuan normal yang tentu ingin secantik artis? Seorang gadis kampung kami muncul. Maka dia menjadi saksi bahwa Si Bugil mungkin benar ingin seperti artis cantik dengan handuknya. Gadis kampung kali ini menyaksikan Si Bugil membalutkan potongan spanduk lusuh itu ke tubuh sendiri. Seperti model cantik dengan handuknya, tubuh Si Bugil terbalut dengan spanduk lusuh dari tengah paha naik sampai tengah dada. Di bagian perut Si Bugil ada gambar lambang organisasi politik.
Melihat ulah Si Bugil mata gadis kampung kami membulat dan menyala. Mulutnya terbuka dan kelihatan dia berhenti bernafas. Namun sesaat kemudian dia tergelak keras sambil menekan perut dengan kedua tangan, berbalik dan lari. Boleh jadi dia ingin memanggil teman-teman agar ikut menyaksikan pemandangan yang baginya amat mengesankan. Tetapi yang kemudian datang bukan hanya para gadis melainkan juga orang dewasa laki-laki dan perempuan, juga Sontokliwon. Sonto bahkan langsung mendekati Si Bugil di bawah pohon kenari. Mungkin karena orang-orang mengelilinginya, Si Bugil tak bergerak. Wajahnya tetap tanpa citra jiwa. Matanya yang hampa tak pernah menatap siapa pun.
Sonto yang kelihatan amat bersuka-cita, berjingkrak dengan gerakan semaunya. Dia seperti menahan kegembiraan yang siap meledak. Kedua tangan naik ke atas dengan acungan kedua ibu jari. Sonto berjoget irama dangdut.
“Ini baru bagus, benar-benar bagus, keren banget,” seru Sonto entah ditujukan kepada siapa. “Yang kemarin keluyuran berbugil sekarang sudah bertutup. Apa tidak keren? Iya, kan?”
Tak ada tanggapan. Orang-orang kampung kami membisu. Atau ada satu orang yang tersenyum samar. Semua orang diam dan menunggu. Mata mereka tertuju ke arah Si Bugil yang terus mematut-matut diri dengan potongan spanduk lusuh itu. Ada orang kampung kami yang jakunnya turun-naik. Menelan ludah. Kemudian, diawali dengan satu orang, warga kampung kami mulai berbalik mau meninggalkan tempat. Namun mereka berhenti dan menoleh. Ada motor menderu dan mendadak berhenti hanya setengah meter dari kaki Sonto. Seorang pemuda dengan helm cakil dan celana loreng terburu-buru memarkir motornya. Dia warga kampung kami juga.
“Ada apa ini?” tanya Si Cakil sedetik setelah melepas helmnya. Gerak dan langkahnya amat sesuai dengan celana loreng yang dipakai.
Mulut semua orang kampung kami diam belaka. Kecuali mulut Sonto yang cengar-cengir lalu bersuara rendah dan pelan. “Lah, Cakil sahabat kami, kamu bisa lihat sendiri, bukan?”
Seperti mendengar perintah kepala regunya, pemuda bercelana loreng itu patuh kepada Sonto. Matanya yang tajam kemudian mengarah lurus ke batang pohon kenari kira-kira tujuh langkah di depannya. Di sana Si Bugil masih bergerak mematut diri dan bersikap seperti tak ada siapa pun di sekelilingnya. Sementara orang-orang kampung kami menatap wajah Si Cakil dengan seksama. Wajah yang amat tegang dan merona tetapi seakan buntu. Tangan kanan Si Cakil mengepal seperti mau bertinju. Urat rahangnya menggumpal. Untung suasana yang tegang bisa dimentahkan oleh Sonto. Dia berjoget goyang dangdut dengan asyiknya tepat di belakang punggung Si Cakil.
“Brenti!” Teriak Si Cakil setelah berbalik badan. Wajahnya bertambah merah. “Ini bukan perkara main-main. Kalian jangan anggap enteng. Ini pelecehan terhadap organisasi kami. Siapa yang menyobek spanduk itu? Ayo, siapa?” Leher Si Cakil tegang. Matanya merah menyorot sekeliling.
“Lah, sahabat kami Cakil, sabarlah,” jawab Sonto pelan. “Dia sendiri yang menjambret spanduk itu untuk menutup tubuhnya. Itu bagus kan? Artinya, organisasimu telah menolong menutup aurat satu perempuan terlantar. Iya kan? Jangan tuduh kami. Di sini tidak ada orang yang peduli terhadap spanduk lusuh itu kecuali kamu.”
“Cukup! Aku tidak peduli. Yang jelas martabat organisasi kami sedang dipertaruhkan; simbol kami dijadikan penutup aurat perempuan gila. Kamu Sonto, ambil spanduk itu dari tubuh itu!” Perintah Si Cakil sambil berkacak pinggang. Lagi, sikap Si Cakil sesuai benar dengan celana lorengnya. Tetapi Sonto tetap tenang, sangat tenang.
“Walah-walah, Cakil sahabat kami, sampean ini bagaimana? Aku kamu suruh melepas spanduk itu dari tubuhnya? Menyuruh aku menelanjangi perempuan? Ya tidak lah. Kami tidak mau lagi melihat tubuh itu kembali telanjang. Lagi pula, mengapa bukan kamu sendiri? Spanduk lusuh itu milik organisasimu kan? Ayo, ambillah. Nah, kami akan menyaksikannya.”
Si Cakil mendesis-desis sambil berjalan menghentak-hentakkan kaki. Matanya selalu menghindar dari pohon kenari. Di sana Si Bugil sudah diam. Tetapi tadi dia tersenyum aneh ketika Sonto bergoyang joged di belakang Si Cakil. Barangkali joget Sonto memang amat buruk bahkan di mata orang yang telah hilang kesadarannya. Suasana terasa hambar dan bisu. Kemudian ada perempuan kampung kami yang pergi meninggalkan kerumunan di bawah pohon kenari. Dia berjalan cepat menuju halaman rumah sendiri lalu menarik selembar kain batik dari galah jemuran. Balik lagi ke bawah pohon kenari dan langsung mendekati Si Bugil. Ada irama keibuan keluar dari mulutnya. Lembut sekali.
“Sini, Nak. Sinik, Nak. Kamu pakai kain ini. Yang itu buruk, dilepas saja, ya?”
Semua orang menunggu. Dan semua orang melihat mata Si Bugil tidak bergerak. Ketika permintaan itu diulang, Si Bugil menoleh, tetapi sambil memiringkan badan pertanda menolak. O, perempuan kampung kami itu seorang penyabar dan sangat lembut. Maka dia ulangi lagi permintaannya.
“Pakai kain ini, Nak, nanti kamu akan cantik seperti pengantin baru yang pagi-pagi mandi keramas. Ayo, Nak, sini.”
Demi dahan-dahan kenari yang terus bergoyang ditiup angin dari timur, Si Bugil memberi tanggapan. Matanya yang semula mati tiba-tiba ada percik setitik cahaya jiwa. Ada senyum, senyum apa pun namanya. Kedua tangannya bergerak meraba tepian spanduk yang tergulung di bagian dada. Seperti anak kecil yang mau melepas semua pakaiannya, Si Bugil bergerak apa adanya. Spanduk lusuh mulai melonggar di dada dan kemudian nyaris jatuh. Orang-orang kampung kami menundukkan kepala. Si Cakil membalikkan badan sambil mendesis dan menghentakkan kaki. Hanya Sonto yang lain. Barangkali dia ingin mengembalikan pendapat bahwa tubuh perempuan adalah keindahan ciptaan Tuhan dan tentu boleh dipandang bagian-bagiannya. Tetapi harapan Sonto melihat keindahan itu gagal. Perempuan kampung kami lebih cepat bergerak menutup tubuh Si Bugil dengan kain batik yang dibawanya. Dan benar, Si Bugil tampak lebih pantas meski tidak secantik pengantin baru yang pagi-pagi harus mandi keramas.
 Perempuan kampung kami menarik keluar spanduk lusuh yang berlambang organisasi politik itu dari bawah kedua selangkang Si Bugil lalu menjulurkannya ke pada Si Cakil.
“Ambil ini. Kami, bahkan Si Bugil tidak membutuhkannya.”
Si Cakil hanya menatapnya dengan sudut mata, mendesis, lalu mengambil motornya, dan pergi. Orang-orang kampung kami bubar sambil membawa tawa masing-masing. Hanya Sonto yang tinggal. Ia bergoyang joget begitu asyik di hadapan Si Bugil yang entah mengapa kali ini dia bisa tersenyum. []


AHMAD TOHARI
Seorang novelis terkemuka. Menulis cerpen, novel, dan esai. Lahir di Banyumas, 13 Juni 1948. Dia telah menerbitkan paling tidak 13 karya, berupa novel dan kumpulan cerpen. Yang sangat terkenal tentu saja novel Ronggeng Dukuh Paruk. Novel ini telah diadaptasi ke dalam film. Karya-karyanya diterbitkan juga dalam berbagai bahasa seperti Jepang, Tionghoa, Belanda, Inggris, dan Jerman. Dia mendapat sejumlah penghargaan, di antaranya SEA Write Award, 1995. Kini tinggal di Banyumas, Jawa Tengah.

  sumber:

http://akfil88.blogspot.co.id/2015/01/materi-pembelajaran-kelas-xi-sma.html 
http://horison-online.com/cerpen/41-komedi-si-bugil-dan-spanduk-lusuh.html 

5 Contoh Teks Editorial (Opini) Singkat Beserta Strukturnya

5 Contoh Teks Editorial (Opini) Singkat Beserta Strukturnya

Contoh Teks Editorial Opini Singkat Beserta Strukturnya - Teks editorial adalah atau opini adalah sebuah karangan yang berisi sejumlah permasalahan yang baru saja terjadi dan masih hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat. Teks editorial umumnya berbentuk artikel pokok yang terdapat dalam surat kabar yang menjadi pandangan terhadap peristiwa atau kejadian yang masih hangat diperbincangkan ketika surat kabar tersebut diterbitkan. Struktur teks editorial atau opini adalah terdiri atas informasi yang merupakan permasalahan aktual yang tengah terjadi, penegasan-penegasan umum tentang pentingnya perasalahan, opini redaksi dan opini publik tentang masalah, saran dan kritik atas permasalahan, dan harapan peran serta pada pembaca.

Pada dasarnya contoh teks editorial dapat dengan mudah kita temukan dalam kehidupan kita, seperti teks editorial tentang pendidikan, yakni terjadinya isu pencabutan ujian nasional untuk smp, sma, smk dan sederajat yang tengah hangat diperbincangkan. Hal semacam ini sangat cocok untuk dijadikan tajuk sebuah berita karena memang berita yang beredar masih baru dan masih hangat dibicarakan. Mengapa teks editorial disebut juga dengan teks opini? Hal ini mengacu kepada asas dan unsur dimana redaksi memberikan opini atau pandangan tentang permasalahan.

Contoh teks editorial sendiri dapat digolongkan dan dibagi menjadi beberapa topik bahasan, salah satunya adalah teks editorial tentang lingkungan, teks editorial tentang masyarakat, contoh editorial tentang pendidikan dan lain sebagainya. Permasalahan permasalahan tersebut sangat umum dijumpai dalam kehidupan kita.

Contoh Teks Editorial Singkat

Untuk memahami teks editorial secara lengkap maka terlebih dahulu kita harus melihat struktur dan ciri-ciri dari teks jenis ini karena pada dasarnya teks ini sama seperti jenis teks lainnya dalam bahasa indonesia, Apabila anda belum memahami jenis teks dalam bahasa indonesia maka simaklah artikel sebelunya yang berjudul jenis jenis teks dalam bahasa indonesia: pengertian, jenis, dan contoh.

Struktur Teks editorial atau Opini
Pada dasarnya teks editorial adalah teks yang termasuk kedalam jenis teks eksposisi, dan sama seperti teks eksposisi pada umumnya, Teks ini memiliki struktur untuk membentuknya:

Pernyataan atau pendapat
Pernyataan atau pendapat merupakan sebuah gagasan utama sekaligus menjadi prediksi penulis tentang permasalahan yang tengah beredar yang ditulis berdasarkan fakta yang ada.

Argumentasi
Argumentasi pada dasarnya sama dengan tesis, yakni sebuah penjelasan yang lebih mendalam tentang pendapat maupun pernyataan sebelumnnya. Argumentasis sendiri pada dasarnya ditulis kedalam pengungkapan fakta atas dasar keyakinan sang penulis. Argumentasi dapat ditandai dengan adanya kalimat yang memuat pendapat sang penulis tentang permasalahan yang tengah terjadi dan menjadi topik perbincangan.

Pernyataan ulang
Pernyataan ulang adalah bagian dimana sebuah teks editorial memiliki kalimat kalimat penguat yang telah didukung oleh sejumlah fakta pada argumentasi sebelumnya. Pada bagian ini umumnya kita bisa menambahkan pernyataan berupa kritik dan saran agar opini penulis dapat terbukti dan semakin kuat.

Jika anda masih merasa kebingungan dengan struktur teks editorial maka sebelumnya anda dapat memahami struktur teks eksposisi pada artikel sebelumnya yang berjudul Pengertian Teks Eksposisi, Jenis, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi. Karena pada dasarnya teks editorial merupakan bagian dari teks eksposisi.

Ciri-ciri dan kaidah kebahasaan teks editorial

Sama seperti teks pada umumnya, teks ini memiliki ciri-ciri dan juga kaidah kebahasaan agar maksut dari sang penulis benar-benar dapat tersampaikan. Adapaun ciri-ciri dan kaidah teks editorial adalah sebagai berikut:

Konjungsi (kata penghubung)
Konjungsi atau kata penghubung adalah sekumpulan kata yang berfungsi untuk menghubungkan kelompok kata dengan kata lain, kalimat dengan kalimat, klausa dengan klausa. Contoh kata penghubung diantaranya adalah: dan, karena, tetapi, ketika. Tidak hanya itu saja, namun kata penghubung juga kerap kali digunakan untuk menghubungkan sebuah paragraf dengan paragaraf lain.

Dalam teks edtorial sendiri konjungsi digunakan untuk menghubungkan paragraf dengan paragraf agar tercipta argumentasi yang saling berhubungan. Hal ini dapat ditandai dengan adanya kata pertama, kedua, selanjutnya, dan terakhir pada awal paragraf editorial itu sendiri. Umumnya sebuah konjungsi juga menyatakan sebuah ikatan antara sebab dan akibat, harapan dan sebagainya.

Jika anda masih kurang memahami kata hubung atau konjungsi dalam penggunaan teks editorial maka simaklah artikel sebelumnya yang berjudul Pengertian, Jenis, Dan Contoh Kata Hubung (konjungsi) yang berisi tentang pebahasan kata penghubung secara lengkap.

Kata keterangan
Kata keterangan merupakan sebuah kata yang menunjukkan sebuah keterangan suatu peristiwa, kata keterangan yang kerap digunakan adalah keterangan waktu dan keterangan tempat. Umumnya contoh kata keterangan dalam teks editorial adalah: kapan, jam, hari, dan sebagainya.

Kata kerja
Dalam teks editorial, kata kerja dapat dibagi menjadi tiga jenis yakni:
  1. Kata kerja relasional: Kata kerja ini berfungsi untuk menghubungkan subjek dan kalimat pelengkap. Sebuah kalimat verb relasional haruslah memiliki pelengkap karena jika tidak maka bunyi kalimat akan terdengar rancu.
  2. Kata kerja material: Kata kerja ini menunjukkan adanya aktivitas fisik yang terjadi dan dapat dilihat karena bersifat nyata. Contoh kata kerja ini adalah membaca, menulis, menari, bernyanyi.
  3. Kata kerja mental: Kata kerja ini berhubungan langsung dengan mental seseorang. Umumnya kata kerja ini digunakan untuk mengungkapkan perasaan si penulis.
Pemilihan kata (diksi)
Pemilihan kata atau penggunaan diksi yang sesuai bertujuan untuk mengungkapkan suatu gagasan dan saran dengan menggunakan efek bahasa tertentu.

Contoh Teks Editorial atau Opini

Cara meningkatkan mutu pendidikan
Pendidikan yang kita kenal sekarang ini telah menjadi kebutuhan dasar setiap manusia karena pendidikan menjadi kunci kemajuan dan keberhasilan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka kita akan memiliki kesempatan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Namun pada kenyataanya kualitas pendidikan di negara kita tidak sebagus seperti di negara lain.

Banyak lembaga pendidikan yang berupaya untuk menciptakan lulusan-lulusan yang memiliki kualitas dan daya juang tinggi di masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin sulit. Namun perlu kita ingat bahwa sebuah keberhasilan tidak akan lepas dari segala faktor dan kondisi.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan maka dilakukan berbagai upaya, diantaranya adalah melakukan diagnosis permasalahan. Dengan mengetahui perasalahan tentunya akan dengan mudah mencari penyelesaian. Usaha untuk meningkatkan tingkat dan mutu pendidikan menjadi sangat penting sebagai cara untuk menghadapi tantangan globalisasi yang terjadi.

Lembaga pendidikan sekarang ini dituntut untuk dapat melahirkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif karena persaingan dan perlombaan antar bangsa yang tengah berlangsung sangat intensif dan sengit. Para lulusan juga diharapkan memiliki keahlingan dan juga kompetensi yang profesional sehingga dapat menghadapi kompetisi global yang terjadi.

Pada era teknologi sekarang ini, guruk tidak hanya menjadi satu satunya sumber ingormasi bagi siswanya. Namun peran guru telah berubah dan berkembang menjadi seorang motivator, administator dan falisilitator. Selain guru, siswa dapat mencari dan mendapatkan sumber materi dari berbagai media seperti internet.

Namun pada dasarnya dalam keadaan seperti sekarang ini guru diharapakan dapat memberikan peran aktif karena pada dasarnya peran guru sebagai pendidik tidak dapat tergantikan. Untuk mencapai tujuan dan peran tersebut maka perlu dilakukan peningkatan kualitas mengajar dan tentunya usaha-usaha yang jelas. Menciptakan usaha yang dapat meningkatkan kualitas pendidik pada dasarnya merupakan sebuah tantangan terbesar untuk pemerintah.

Pendidik tidak menghasilkan orang terdidik, namun hanya orang pintar semata
Pada era perkembangan jaman sekarang ini kerap terjadi tindakan memalukan didalam organ negara kita seperti kasus korupsi, suap, mafia pajak, dan sebagainya. Namun tidak disangka sangka ternyata pelaku kasus kejahatan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah orang-orang pintar yang notabennya memiliki ijazah dan gelar sarjana hingga seorang doktor.

Menanggapi fenomena ini, seperti telah terjadi pola pendidikan yang tidak benar telah terjadi di negara ini. Pola pendidikan yang saat ini tengah diterapkan di negara ini hanya mengacu pada ilmu duniawi semata sehingga hanya menghasilkan orang pintar semata, namun tidak menghasilkan orang dengan budi pekerti yang baik.

Akibatnya lulusan yang notabennya merupakan orang-orang pintar tersebut malah menggunakan kepintaran mereka untuk melakukan kejahatan dan menindas kaum yang lebih lemah dari mereka. Padahal mestinya mereka menjadi pemimpin sekaligus penolong yang mampu bermanfaat untuk banyak orang.

Banyak sekali orang-orang pintar nan terhormat yang tertangkap basah tengah melakukan tindakan suap bahkan korupsi. Meskipun mereka memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan mengaku sebagai manusia yang beradab dan beragama namun memiliki tindakan yang memalukan dan bersifat merugikan.

Umumnya ketika seseorang terlibat kasus kejahatan, mereka tidak akan pernah sendirian. Namun mereka tertangkap tangan melakukan kejahatan secara bersama. Mirisnya lagi, ketika telah tertangkap tangan melakukan kejahatan mereka masih bisa menebar senyum lebar di muka masyarakat seolah tidak terjadi apa-apa dan tidak merasakan malu atas apa yang telah mereka perbuat.

Dalam hati masyarakat bertanya, apakah mereka tidak pernah diajari pengetahua bahwa memakan harta yang bukan merupakan haknya adalah perbuatan dosa yang hukum dalam agama adalah haram. Mungkin mereka memang telah hilang akal sehatnya dan putus urat malunya. Maka dari itu, sistem pendidikan di negara ini harus segera diperbaiki agar tidak menghasilkan orang pintar saja namun juga melahirkan orang yang berpendidikan baik secara jasmani dan rohani.

Ujian nasional online perlu atau tidak?
Dalam kurun waktu beberapa bulan lagi akan diadakan ujian nasional tingkat SD hingga SMK dan SMA. Bersamaan dengan ini kemendikbud telah memberlakukan aturan baru yakni dilaksanakannya ujian nasional online yang diselenggarakan di beberapa sekolah.

Dilihat dari situasi dan kondisi lapangan sekarang ini, rencana ini harus lebih dipertimbangkan kembali karena belum tepat sasaran dan memiliki kendala dalam sarana infrastruktur yang belum benar-benar merata. Ditambah lagi dengan kurangnya pengetahuan yang dimilliki oleh tenaga-tenaga pendidik di beberapa sekolah.

Pada dasarnya hal ini merupakan sebuah potensi yang sangat baik. Jika ujian nasional secara online tatap dilangsungkan, maka akan terjadi permasalahan di beberapa sekolah seperti kurangnya infrastruktur berupa komputer, listrik, hingga akses internet.

Dapat dibayangkan bukan ketika sebuah sekolahan memiliki sejumlah murid 300 siswa maka jumlah komputer yang harus disediakan minimal adalah 300 unit komputer. Setiap komputer ini nantinya juga memerlukan tegangan listrik dan akses internet yang dipakaipun juga akan memiliki skala yang besar.

Katakanlah jika kita tidak memiliki unit komputer yang cukup, maka solusi untuk masalah ini adalah melakukan ujian nasional secara bergiliran menggunakan komputer. Tentunya hal ini sangat beresiko karena dapat menimbulkan kecurangan di kalangan siswa dan sangat tidak mungkin dilakukan karena pada dasarnya ujian nasional dilakukan secara serentak dan bersamaan.

Selain itu, terbatasnya pengetahuan yang dimiliki tenaga ahli yang terdapat di sekolah juga termasuk dalam permasalahan yang harus dihadapi. Tidak semua sekolah memiliki tenaga ahli yang benar benar mengerti akan cara kerja dan sistem dari ujian nasional online ini.

Jika pemerintah ingin mengadakan ujian nasional online yang dilaksanakan secara serentak sudah semestinya pihak pemerintah juga harus mendukung dan menyediakan sarana infrastruktur yang diperlukan. Tidak hanya itu, pemerintah semestinya juga harus melakukan beberapa sosialisasi ke sekolah sekolah yang tidak terjangkau teknologi perihal ujian nasional online ini agar tidak menimbulkan kebingungan dan masalah.

Itulah contoh contoh teks editorial opini singkat beserta strukturnya yang dapat saya sampaikan kali ini. Selalu ingat bahwa teks editorial/opini merupakan teks yang masih baru dan hangat diperbincangkan di masyarakat. Contoh teks ini juga dapat dengan mudah kita temukan dalam kehidupan kita. Terimakasih.

sumber:http://materi4belajar.blogspot.co.id/2017/01/5-contoh-teks-editorial-opini-singkat.html

Pengertian Fakta, Opini & Editorial beserta contohnya

Fakta
adalah peristiwa yang telah terjadi dan dapat dibuktikan.
Opini
adalah pendapat, pendirian, dan pandangan seseorang terhadap suatu hal.
Editorial/tajuk rencana
adalah artikel yang menyajikan pendapat surat kabar terhadap suatu isu. Artikel ini mencerminkan suara mayoritas dari para dewan redaksi, dewan redaksi surat kabar terdiri dari editor dan manajer bisnis. Editorial biasanya unsigned atau diterbitkan tanpa byline (nama penulis) karena editorial mewakili pendapat surat kabar, bukan penulis.

Contoh fakta

Ø  Hari ini hujan turun sangat lebat
Ø  kabupaten kep.seribu termasuk kedalam provinsi DKI jakarta
Ø  Tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004
Ø  Presiden RI yang kesatu adalah Ir.Soekarno
Ø  BANDUNG merupakan ibukota provinsi jawa barat

Contoh opini
Biasanya kalimat opini menggunakan kata-kata berikut ini: seandainya, sebaiknya, sepantasnya, seyogyanya, hendaknya, menurut saya, mungkin saja dll.
Ø  Siswa yang tidak bisa dibina lagi, sebaiknya dikembalikan kepada orang tua.
Ø  Hendaknya siswa menjaga kebersihan kelas masing-masing
Ø kasus kesalahan cetak bendera indonesia terbalik pada SEA GAMES2017 oleh malaisya sebaiknya ditanggapi dgn kepala dingin oleh rakyat indonesia agar tdk mudah emosi


Contoh editorial


Contoh ke 1: Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

Pendidikan telah menjadi kebutuhan semua manusia dan menjadi kunci bagi kemajuan sebuah bangsa. Tentu saja kita sadar bahwa dengan pendidikan yang berkualitas, kesempatan untuk sejajar dengan bangsa lain yang sudah lebih maju kian besar. Tetapi nyatanya kualitas pendidikan di Negara ini tidak sebagus negara lain.
Lembaga pendidikan mengupayakan berbagai cara untuk menciptakan lulusan yang berkualitas untuk mengantisipasi perubahan dan tantangan yang semakin sulit. Keberhasilan tidak lepas dari segala kondisi.
Nah untuk mencapai keberhasilan meningkatnya mutu pendidikan maka dilakukan beragam upaya dengan sungguh-sungguh untuk mencari solusi dari permasalahan yang akan dihadapi.
Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan menjadi penting dalam rangka menjawab tantangan Globalisasi, Kemajuan IPTEK, dan pergerakan tenaga ahli yang sangat masif.
Lembaga pendidikan dituntut untuk bisa melahirkan keluaran pendidikan yang berkualitas karena perlombaan antar bangsa berlangsung sangat sengit dan intensif. Sehingga mempunyai keahlian dan kompetensi profesoinal yang siap menghadapi kompetisi global.
Di era teknologi seperti sekarang, guru tidak satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Tapi peran guru sudah berubah menjadi motivator, fasilitator, dan dinamisator. Bahkan ada internet yang didalamnya membuat banyak web yang menyediakan materi belajar.
Dalam keadaan seperti inilah diharapkan guru memberikan peran lebih besar karena peran pendidik tidak bisa digantikan oleh siapapun dan apapun di sera apapun.
Sehingga untuk melakukan peran tersebut secara efektif maka diperlukan peningkatan langkah dan usaha yang jelas dan tepat. Beberapa usaha peningkatan kualitas pendidikan merupakan tantangan terbesar yang harus segera dilakukan oleh pemerintah.

Contoh ke 2: Trafficking di Aceh Sudah Bersindikat


            Kasus-kasus trafficking di daerah ternyata sudah sangat memprihatinkan. Dan, sudah pantas pula menimbulkan kerisauan dan kecemasan kita sebagai masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusian yang beradab.

            Kasus dugaan perdagangan manusia paling baru terungkap dan sangat mencengangkan kita semua adalah menimpa dua wanita belia asal Banda Aceh. Dua wanita “bau kencur” itu kepada polisi mengatu telah menjadi korban trafficking yang sempat dijadikan budak seks di Singapura. Lebih mencengangkan lagi, setelah menerima laporan itu, polisi menangkap dua wanita muda (Mi dan Ay) yang diduga sebagai jaringan seorang mucikari di Negeri Singa.

            Awalnya, orang tua korban melaporkan anak gadis mereka yang masih berusia 16 tahun menghilang dari rumah. Kemudian diperoleh info dari warga setempat melihat kedu gadis belia itu pergi dengan dua wanita yang diyakini adalah Mi dan Ay.

            Menurut data kepolisian, Mi dan Ay berstatus wanita panggilan dan pernah bekerja di sebuah salon di kota Banda Aceh. Mi yang asal aceh tamiang diduga sebagai otak pelaku dalam kasus yang menimpa dua belia tadi.

Modusnya, Mi meminta Ay mencarikan gadis-gadis Aceh yang lugu, cantik, putus sekolah, dan memilikiri riwayat keluarga bermasalah. Ay menemukan kriteria itu pada dua gadis belia tadi sehingga semua rencana berjalan lancer hingga tiba di Singapura. Lalu, Mi menyerahkan kedua belia itu kepada seorang laki-laki diduga mucikari. Kedua gadis lugu tadi diharuskan melayani 110 pria hidung belang sebagai pengganti biaya yang telah  dikeluarkan selama perjalanan dari Aceh ke Singapura. Tapi Mid an Ay yang sudah menjadi tersangka membantah pengakuan korban.

            Yang harus menjadi perhatian adalah apa yang dikatakan Kadiv Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo. Ia mengingatkat bahwa kasus perdagangan manusia (trafficking) seperti fenomenal gunung es. Kejahatan itu rentan menimpa anak-anak dan perempuan , terutama masyarakat yang memiliki pendidikan rendah, latarbelakang keluarga bermasalah serta memiliki kepribadian yang polos.
            Guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak, maka semua pihak agar lebih waspadaterhadap orang-orang yang menjanjikan pekerjaan kelua negeri dengan iming-iming gaji besar. Begitu juga terhadap keluarga yang mempunyai anak gadis, agar ekstra hati-hati jika anak gadis mereka ditawari peluang kerja untuk menompang ekonomi keluarga. “harusnya ada kecurigaan terhadap orang-orang yang kesannya mau membantu sepenuhnya. Karena dibalik bantuan tentu ada apa-apnya, “kata Gustav.

            Ya, dalam kondisi ekonomi yang semakin sulit ini, ditambah lagi biaya pendidikan kian mahal dan lapngan kerjasangat terbatas, maka akan banyak anak usia muda, khususnya gadis remaja yang gampang terbujuk kerja keluar negeri, apalagi iming-iming gaji besar, seperti dialami dua belia tadi.

            Karena itu, masyarakat sangat menunggu langkah-langkah dari pemerintah mengatasi trafficking. Dan pihak kepolisian harus didukung dalam mengungkap kasus-kasus yang sudah terjadi, sebab ternyata trafficking di sini sudah bersindikat alias berjaringan antarnegara.

Contoh ke 3: Perlukah Ujian Nasional Online Diadakan?

Beberapa bulan lagi ujian nasional akan dilaksanakan di tingkat SD hingga SMA. Nah Kemendikbud menambahkan aturan baru yaitu pelaksanaan ujian nasional secara online di beberapa sekolah.
Dilihat dari keadaan dan situasi lapangan saat ini, rencana ini belum tepat dan perlu dipertimbangkan kembali karena permasalahan seperti infrastruktur yang belum merata dan kurangnya pengetahuan dari tenaga ahli di beberapa sekolah.
Padahal hal ini sangatlah baik. Jika pelaksanaan ujian nasional online tetap dilaksanakan, maka beberapa sekolah akan kesulitan karena tidak adanya infrastruktur yang memadai seperti komputer, akses internet, dan listrik.
Coba bayangkan ketika ada sebuah sekolah yang mempunyai 250 siswa yang akan mengikuti ujian nasional, maka berapa jumlah komputer yang dibutuhkan oleh pihak sekolah untuk melaksanaan ujian nasional ini.
Tentunya membutuhkan komputer yang banyak. Dan apabila tetap dipaksakan maka salah satunya yaitu dengan menggunakan komputer secara bergiliran. Tetapi hal ini rentan akan timbulnya kecurangan dalam ujian nasional.
Selain itu kurangnya tenaga ahli di beberapa sekolah juga menjadi masalah, karena pasti beberapa sekolah akan bingung dalam pelaksanaan karena tidak mengerti bagaimana melaksanakannya.
Sudah semestinya jika pemerintah ingin melaksanakan ujian nasional secara online, pemerintah harus menjamin ketersediaan infrastruktur yang mendukung serta tidak terburu-buru dalam melaksanakannya.
Pemerintah juga harus melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah yang jauh sebelum ujian nasional agar tidak menimbulkan masalah seperti yang telah diuraikan diatas.
Itulah 3 contoh teks editorial atau contoh tajuk rencana ini yang kami ambil dari beberapa sumber dan telah mengalami perubahan.

Monday, August 21, 2017

puisi panggilan rindu 2-karya angga nugraha malik

PANGGILAN RINDU 2

oleh: angga nugraha malik







Lagi-lagi panggilan rindu

Kaukikis ruang dengan sekehendakmu

Kausayat keutuhan waktu
Kaurusak keteguhan menjadi tak menentu

Tak peduli endorfin dan oksitosin
Tak peduli serotonin dan dopamin

Kaubuat mereka tak karuan
Bercampur aduklah perasaan

garut,18 agustus 2017


Saturday, May 13, 2017

puisi HUJAN-RIANY

HUJAN
Oleh: Riany

kau terlelap, bersama rerimbun dini hari
sekerlip mata, mengintipmu dari celah
pulas tidurmu, endapkan segala lelah
hujan jatuh, menderu-deru di atap
dingin, dingin, namun tak lunturkan sebua ingatan

duniamaya,13-05-17

facebook: https://www.facebook.com/canna.indica.5?fref=nf

Friday, May 12, 2017

puisi DUNIA PADA SEUNTAI KATA karya andri sugiana

dunia pada seuntai kata



oleh; Andri sugina
------------------

pada seuntai kata
aku meneguk nikmat 
dari dunia yang ku temukan
antara ruang dan waktu


pada seuntai kata
aku adalah dewa
tak punya rasa butuh yg memaksa
tak ada rasa ingin yg menyiksa


pada seuntai kata
rasanya aku ingin menetap saja
tak mau kembali pada alam bising yg memekakkan telinga.


luar batang, 03-05-17


e-mail: andrialmunzhuly@gmail.com
facebook: https://www.facebook.com/izha.andri

Wednesday, January 11, 2017

puisi resah awan kelabu oleh andri sugiana

RESAH AWAN KELABU
oleh: andri sugiana 


Resahku
Bagai perjalanan
Sang awan kelabu
Yang menusuri langit
Meninggalkan jejak langkah yang ragu

Hingga tiba di suatu langit
Ia turunkan hujan
Namun tak bisa memastikan
Airnya sembuhkan dahaga pohon
Mengalir di bawa pergi sungai

Ataukah membawa kemalangan
Menenggelamkan pohon dalam genangan hujan

Kedung halang, 08-01-2017

Tuesday, January 10, 2017

cara membuat musikalisasi puisi beserta contoh referensi dari karya yang sudah ada

Assalamu'alaikum wr,wb

Musikalisasi puisi yaitu membaca puisi dengan diiringi musik yang sesuai dengan tema dan suasana yang tergambar dalam puisi tersebut.

Pada pembahasan ini, kita akan dilatih untuk memahami puisi lewat musikalisasi puisi.Musikalisasi puisi adalah bentuk penyampaian puisi dengan diiringi irama musik.


Tujuannya untuk memperkenalkan puisi kepada masyarakat luas. Cara ini bukanlah hal baru, tepatnya telah dipelopori oleh mahasiswa Universitas Indonesia yang menyanyikan puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono yang ada dalam buku antologi puisi "Hujan Bulan Juni".

Bentuk apresiasi puisi seperti ini sampai sekarang masih mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak musikus dan penyanyi yang telah melakukannya, baik dalam bentuk pementasan maupun rekaman.

Bahkan puisi karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun telah diubah menjadi bentuk musikalisasi dan dinyanyikan oleh Widi AB Three.



Cara Musikalisasi Puisi

Berikut ini ada beberapa hal yang harus kalian lakukan agar kalian dapat memusikalisasi puisi secara baik.
Pengertian dan Contoh Cara Musikalisasi Puisi Persahabatan Ebiet G. Ade
Contoh Musikalisasi Puisi

1. Menentukan puisi yang akan dimusikalisasi.


2. Mengapresiasi puisi yang telah ditentukan.


Mengapresiasi puisi artinya mencermati secara sungguh-sungguh sebuah puisi hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.


3. Memerhatikan kesusastraan isi puisi dengan suasana yang dibangun.


4. Menentukan alat musik yang digunakan untuk mengiringi musikalisasi puisi. 


Alat musik yang akan kalian gunakan dapat berupa gitar, gendang, keyboard, dan sebagainya.


5. Menentukan notasi nada yang akan digunakan. 


Notasi nada tersebut dapat berbentuk notasi angka ataupun notasi balok. Guna notasi untuk mempermudah melagukan puisi tersebut.


Tentunya mengubah sebuah puisi menjadi musikalisasi bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu, kita harus rajin berlatih.


Berikut ini adalah contoh puisi yang dapat kalian gunakan untuk belajar memusikalisasi puisi.


Hayatilah Sayang
Karya: Yant Mujiyanto

Hayati, rasa serta renungkan

Duka mahapedih sedalam samudra
Oleh gelombang tsunami yang gemuruh menerjang
Yang merenggut dan memorakporandakan segalanya

Semoga, dengan semua itu

Terketuklah pintu hatimu
Untuk ikhlas berbagi
Menyantuni

Merawat dan merengkuh penuh kasih sayang

Mereka yang kini terlunta
Seraya engkau pun merasa perlu berpuasa
Dari menempuh hidup sekadar berhura-hura

Berbahagialah kita

Yang mampu mengambil hikmah
Atas musibah
Yang datang melanda

(Dikutip dari: Indonesia Menangis, 2005)


Puisi "Hayatilah Sayang" di atas merupakan salah satu puisi yang diambil dari buku kumpulan puisi "Indonesia Menangis" karya Yant Mujiyanto yang ditulis sebagai bentuk simpati terhadap bencana tsunami yang menimpa Aceh pada tanggal 24 Desember 2004.


Kita dapat mendengarkan contoh-contoh puisi karya Ebiet G. Ade, Iwan Fals atau pun lagu-lagu dari musisi Indonesia lainnya untuk memperdalam pengetahuan kalian tentang musikalisasi puisi.


Karya musisi-musisi tersebut selain enak didengarkan, juga mempunyai lirik yang puitis. Sebagai contoh, bacalah puisi berjudul "Usah Kau Lara Sendiri" berikut ini!


Kemudian dengarkanlah bentuk lain dari puisi tersebut yang telah berbentuk lagu! Rasakanlah perbedaan antara puisi dan musikalisasi puisi!



Usah Kau Lara Sendiri

Kulihat mendung membayangi pancaran wajahmu

Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat bagi jiwa

Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku

Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan sana cahya kecil tuk memandu

Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan?
Satu per satu jalinan kawan beranjak menjauh

Kudatang sahabat bagi jiwa

Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa

Penyanyi: Katon Bagaskara dan Ruth Sahanaya

(Ciptaan: Andre Manika)
Berikut pembahasan mengenai musikalisasi hari ini, semoga sukses bagi kawan yang sedang mendapat tugas membuas musikalisasi puisi dari gurunya, :D